Konfigurasi NFS Server pada Sistem Operasi CentOS dan Ubuntu - HeyTUX!

Breaking

Friday, October 06, 2017

Konfigurasi NFS Server pada Sistem Operasi CentOS dan Ubuntu

NFS (Network File System) adalah sebuah protokol yang dikembangkan oleh Sun Microsystems pada tahun 1984, untuk mengizinkan client user  mengakses berkas-berkas melalui jaringan komputer dan seolah-olah seperti mengakses berkas secara lokal. NFS, seperti protokol lainnya, dibangun dalam sistem Open Network Computing Remote Procedure Call (ONC RPC). Dengan sistem NFS ini, kita dapat berbagi berkas yang disimpan di sebuah server NFS, dan dapat berfungsi sebagai media penyimpanan berbasis jaringan (storage network).

Beberapa keuntungan NFS antara lain adalah:
  • Mengizinkan client user mengakses berkas secara remote (yang berada di IP address lain dan berfungsi sebagai penyedia berkas).
  • Menggunakan arsitektur standar untuk client/server.
  • Berbagi berkas antara semua mesin berbasis *nix.
  • Dua mesin yang saling berbagi berkas melalui NFS tidak harus memiliki sistem operasi yang sama.
  • NFS memberikan solusi centralized storage.
  • Tidak ada sistem refresh secara manual hanya untuk melihat berkas baru, karena NFS bekerja secara langsung.
  • Dapat diamankan dengan Kerberos dan Firewall.

Services NFS

Package NFS di server sudah termasuk dengan tiga package lain, yaitu:
  • portmap/rpcbind: Untuk menjembatani antara mesin lain dengan RPC services (di NFSv4 untuk RHEL sudah tidak dibutuhkan).
  • nfs: Berfungsi sebagai services yang menerjemahkan permintaan file sharing ke dalam sistem lokal.
  • rpc.mountd/mount: Service berikut ini bertugas untuk mounting dan unmounting file system.

Konfigurasi Penting di NFS

  • /etc/exports: Konfigurasi utama dalam setup NFS. Semua berkas maupun direktori yang ingin dibagikan melalui jaringan harus dituliskan di exports, berikut IP yang diizinkan akses dan opsi lainnya.
  • /etc/fstab: Untuk menyimpan konfigurasi mounting agar ketika sistem terjadi reboot, tidak perlu mounting manual (otomatis mounting).
  • /etc/sysconfig/nfs: Berkas konfigurasi untuk NFS yang mengontrol port rpc dan service apa saja yang sedang listening.

Setup dan Konfigurasi NFS di Server Linux

Untuk melakukan konfigurasi NFS, setidaknya dibutuhkan dua mesin berbasis Linux/Unix, untuk melakukan percobaan di bawah ini.
  • NFS Server: nfsserver.local (192.168.0.10)
  • NFS Client: nfsclient.local (192.168.0.11)
Untuk konfigurasi di bawah ini sebenarnya opsional, dan berfungsi agar kedua mesin dapat berkomunikasi menggunakan hostname atau FQDN secara lokal, maka dapat ditambahkan di "/etc/hosts" milik kedua mesin dengan konfigurasi berikut ini:
  • 192.168.0.10    nfsserver.local
  • 192.168.0.11    nfsclient.local
Lalu tes ping ke salah satu mesin dengan menggunakan domain lokal tersebut. Jika berhasil, dan muncul IP mesin yang dimaksud, maka konfigurasi kedua mesin untuk saling berkomunikasi dengan hostname / domain lokal sudah berhasil.

Selanjutnya, kita harus memasang package NFS di server dan client. Untuk OS berbasis Red Hat, dapat menggunakan yum, dan OS berbasis Debian dapat menggunakan apt-get.
Pada RHEL/Fedora/CentOS:
 
Pada Debian/Ubuntu:
Lalu start services di kedua mesin.
Debian/Ubuntu:
 
RHEL/Fedora/CentOS:

Konfigurasi NFS Server

Untuk membagi suatu direktori pada jaringan menggunakan NFS, kita perlu melakukan konfigurasi di "/etc/exports". Sebagai contoh, saya membuat direktori baru di /mnt dengan nama "tesnfs" untuk dibagikan dengan client.
 
Lalu, konfigurasi direktori yang baru dibuat sebelumnya agar bisa dibaca dan ditulis (rw) oleh NFS client dengan menambahkan konfigurasi di "/etc/exports". Anda bisa menggunakan text editor kesukaan Anda, seperti vi, nano, gedit, atau micro.
 
Pada contoh konfigurasi di atas, direktori "/mnt/tesnfs" dibagikan kepada IP "192.168.0.11" milik NFS client, dengan permission read dan write (rw). Hostname juga bisa digunakan sebagai pengganti alamat IP pada contoh di atas. Sedangkan, ada beberapa opsi juga yang dapat ditambahkan sebagai konfigurasi dalam "/etc/exports" seperti:
  • ro: nfs client hanya dapat melakukan baca berkas atau read only
  • rw: nfs client dapat read dan write atau baca dan tulis berkas juga direktori
  • sync: mengkonfirmasi request ke direktori yang di-share ketika ada perubahan yang dilakukan oleh client
  • no_subtree_check: opsi ini mencegah pengecekan pada subtree. Ketika direktori yang di-share memiliki subdirektori lebih banyak, nfs akan memindai setiap direktori di atasnya, untuk melakukan verifikasi permission dan detail direktori. Jika opsi ini tidak diaktifkan, akan meningkatkan kerja NFS menjadi lebih andal dan cepat, tetapi mengurangi keamanan.
  • no_root_squash: Opsi ini berfungsi untuk mengizinkan user root untuk terhubung ke direktori yang di-share.
Untuk opsi "/etc/exports" yang lebih lengkap, silakan membacanya di halaman "man" untuk "export".

Kemudian, aktifkan konfigurasi NFS dengan perintah berikut ini.

Mount Direktori NFS Pada NFS Client

Setelah mengkonfigurasi NFS server, kita harus melakukan mounting di NFS client agar bisa terbaca. Lakukan pengecekan terlebih dahulu apakah direktori yang di-share dari nfs server sudah aktif. Jika sudah aktif, maka bisa lakukan mounting. Sebelum melakukan mount, buat direktori yang akan menjadi mountpoint alias tujuan dari direktori NFS milik server.
Untuk melakukan mounting dari NFS ke direktori lokal yang sudah dibuat sebelumnya, gunakan perintah di bawah ini.
Untuk melakukan verifikasi apakah mounting sudah berhasil, gunakan perintah di bawah ini.

Jika sudah ada seperti hasil terakhir pada gambar di atas, berarti direktori yang ada NFS server sudah berhasil mounting di lokal NFS client.

Setelah berhasil mounting, konfigurasi "/etc/fstab" untuk membuat mounting menjadi permanen dan tidak akan hilang ketika NFS client reboot atau restart.
Untuk verifikasi terakhir, coba tulis file (bisa menggunakan perintah "cat" atau "touch") ke direktori "/mnt/nfsmount". Jika berhasil, berarti NFS client sudah terhubung ke NFS server. Jika terjadi error, pastikan kembali permission di server sudah benar.

Demikianlah langkah-langkah melakukan instalasi dan konfigurasi NFS (Network File System) pada sistem operasi Linux. Jika ada kesalahan, ada penambahan konfigurasi, atau pertanyaan seputar konfigurasi NFS, silakan kirim comment Anda di bawah ini.

No comments:

Post Top Ad

Responsive Ads Here