Empat Cara Membersihkan Disk Space Ubuntu - HeyTUX!

Breaking

Friday, October 13, 2017

Empat Cara Membersihkan Disk Space Ubuntu


"Wah, Ubuntu gue penuh nih, bersihinnya gimana ya?" tanya seorang teman yang baru saja memakai Ubuntu.

Begitulah sedikit masalah yang mungkin dirasa sulit oleh pengguna Linux yang masih awam. Tidak seperti Windows, yang memiliki aplikasi bawaan untuk defrag dan clean-up disk, Ubuntu memberikan solusi pembersihan disk space Anda dengan pendekatan yang lebih detail.

Walau ada 'Empty Trash' pada Ubuntu, apa yang selanjutnya harus dilakukan untuk membersihkan lebih banyak 'sampah' di sistem Ubuntu?

Empty Trash?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, HeyTUX akan memberikan beberapa langkah termudah sampai yang paling kompleks untuk membersihkan disk Anda dari beberapa berkas yang sudah tak terpakai. Jadi, ketika Anda membutuhkan space yang lebih, Anda bisa melakukan empat langkah mengosongkan disk space di Ubuntu ini.

1. Bersihkan APT Cache

Secara default, Ubuntu menyimpan setiap pembaharuan yang terjadi pada update package-nya. Ubuntu akan mengunduh dan memasang informasi tersebut dalam cache pada disk, sebagai langkah preventif kalau-kalau Anda membutuhkan berkas instalasi itu kembali.

Hal tersebut memang sangat berguna, karena jika Anda sedang membutuhkan suatu packages, Anda tidak perlu mencarinya ke update repository Ubuntu yang telah di-setting dalam konfigurasi apt. Selain itu, jika koneksi internet sedang buruk, cache apt juga membantu jalannya update packages.

Tetapi, efek samping dari hal itu adalah cache untuk apt akan membengkak. Perintah di bawah ini bisa dicoba untuk melihat seberapa besar cache apt Anda.

DU Checking
Untuk membersihkannya, Anda tinggal menjalankan perintah berikut.

Clean APT Cache
Perintah tersebut akan membersihkan SEMUA package yang tersimpan di apt cache, tak peduli seberapa lama ia ada di sana dan seberapa pentingnya, karena tidak akan ada prompt pertanyaan "are you sure or not" pada perintah tersebut.

2. Menghapus Kernel Lama yang Tidak Terpakai

Ada beberapa cara untuk menghapus kernel yang sudah tidak terpakai. Kernel biasanya terpasang dan akan di-load saat booting, sehingga jika ketika update package kita memilih update kernel terbaru juga, maka sisa kernel lama masih akan ada di boot image dan akan memberatkan proses booting, juga memakan disk space Anda. Maka dari itu, perlu dilakukan pembersihan terhadap kernel yang sudah tidak terpakai.

Pertama, Anda perlu memastikan, kernel versi berapa yang Anda pakai dengan perintah berikut ini.

Checking Used Kernel
Setelah itu, pembersihan kernel dapat dilakukan dengan metode autoremove purge. Berikut ini perintah untuk metode tersebut.

Autoremove Purge
Catatan penting: Perintah ini akan menghapus semua kernel yang didapat dari repository Ubuntu dan jika kernel dipasang melalui PPA, maka langkah yang ditempuh juga berbeda. Selain itu, perintah ini juga akan menghapus dependency packages dan old packages yang sudah tidak digunakan, sehingga perlu Anda periksa kembali sebelum mengkonfirmasi "Yes" untuk menghapus package.

Cara yang kedua adalah dengan metode purge-old-kernels yang diatur melalui packages bernama byobu. Sebelum memakai purge-old-kernels, Anda perlu memasang terlebih dahulu packages byobu dengan perintah berikut.

Install Byobu
Lalu, jalankan perintah di bawah ini, dan setelah mengkonfirmasi penghapusan, proses akan berjalan dengan sendirinya.

Purge Old Kernels
Ketiga, menghapus kernel secara manual, dengan langkah di bawah ini. Oh ya, seperti biasa, jangan lupa menjalankan perintah 'uname -r' untuk memastikan versi kernel yang Anda pakai saat ini agar tidak ikut terhapus.

Lalu, cek semua kernel yang terpasang pada sistem Ubuntu Anda dengan perintah berikut ini.

List All Installed Kernels
Pada contoh output di atas, akan ada tiga jenis status dari daftar kernel, yaitu:
  • rc: yang artinya kernel sudah terhapus
  • ii: kernel yang terpasang pada sistem dan dapat dihapus
  • iU: JANGAN DIHAPUS, karena arti status ini adalah kernel belum terpasang, tetapi sudah ada di antrian update dari apt.

Jika sudah melihat kernel mana yang  ingin dihapus, maka jalankan perintah di bawah ini. Contoh kernel yang akan dihapus adalah versi "linux-image-3.16.0-61-generic".

DPKG Purge Kernel


3. Uninstall Aplikasi yang Tak Terpakai Lagi

Hal lain yang membuat disk penuh adalah aplikasi atau packages. Banyak sekali packages yang tidak terpakai dan mungkin hanya dipasang pada sistem ketika Anda membutuhkannya. Namun, sekian lama packages tersebut tidak Anda gunakan lagi. Nah, agar tidak memakan disk space Anda, maka Anda dapat menghapus package tersebut dengan perintah di bawah ini.

Remove Unused Package


4. Memakai Aplikasi Cleaner seperti Bleachbit

Pada Ubuntu, beberapa log juga tersimpan dan tidak terpakai. Selain itu, cache lainnya juga banyak yang belum dihapus. Oleh karena itu, daripada membuang waktu untuk membuat daftar apa saja yang harus dihapus dan melakukannya secara manual, lebih baik Anda meminta bantuan aplikasi khusus cleaner. Kini sudah ada banyak aplikasi semacam CCleaner alternatif yang dapat dijalankan di Linux. Untuk Ubuntu, Anda dapat melihatnya di Ubuntu Software Center karena banyak pilihan. Pada artikel kali ini, kami mencoba BleachBit untuk melakukan pembersihan sistem secara menyeluruh.

Pertama, Anda dapat memasang BleachBit melalui Ubuntu Software Center dengan mencari nama package melalui kolom "search". Lalu, klik "Install" di tombol sebelah kanan dan tunggu selesai.

Install BleachBit
Setelah selesai, buka BleachBit dan pilih cache apa saja yang ingin dihapus pada "Preview", lalu klik "Clean" atau icon tempat sampah. Mudah bukan?

Using BleachBit
Nah, empat langkah di atas adalah beberapa cara untuk mengorganisir sistem Ubuntu Anda agar lebih rapi dan bersih. Jangan lupa untuk selalu memperbaharui patch, update, dan hotfix Ubuntu Anda agar selalu up-to-date dan clean.

Selamat mencoba!

Post Top Ad

Responsive Ads Here